Inforohil.com, Tanah Putih – Badan Usaha Milik Daerah ( BUMD ) PT. Sarana Pembangunan Rokan Hilir ( SPRH ) Perseroda telusuri sumur minyak tua eks ( bekas ) milik PT. Chevron Pacifik Indonesia ( CPI ) yang saat ini di kelola oleh PT. Pertamina Hulu Rokan ( PHR ). Selain itu, SPRH juga telusuri bekas Kampus IPDN.
Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Direktur Utama BUMD PT SPRH Perseroda Rahman, SE, didampingi Direktur Pengembangan Zulfakar SE MSi, Direktur Umum Rahmad Hidayat SSi. M.M., bersama puluhan pengurus BUMD PT. SPRH Perseroda lainnya.
“Tujuan kami telusuri sumur tua lokasi minyak ini yaitu, agar bisa kita kelola lagi lokasi yang telah mati ini,” kata Dedi Saputra ST selaku Ketua Pelaksana sekaligus sebagai Kabid Divisi Pengembangan BUMD PT. SPRH Perseroda didampingi Dirut BUMD PT. SPRH Perseroda Rahman SE, Sabtu (2/11/2024) disela turun kelapangan bersama jajarannya.
Dikatakannya, bahwa inilah langkah awal pihaknya untuk membuat kajian, apakah benar ada atau tidak minyak di sumur tua tersebut.
“Disini nanti kita akan gandeng ahli – ahli perminyakan, namun saat ini kita telusuri dulu sumur-sumur tua ini,” ujarnya.
Kemudian lanjutnya, tujuannya di telusuri eks Kampus IPDN yaitu untuk nanti bisa di perbaiki, agar bisa dilakukan tempat pelatihan untuk masyarakat yang butuh sertifikasi Migas.
“Alhamdulillah, kita telah ada bekerjasama dengan tenaga pelatih dari pusat dan ahli – ahli yang ada di Riau ini,” terang Dedi.
Artinya lanjut Dedi, bahwa sebelumnya untuk mendapat sertifikasi Migas masyarakat Rohil harus ke Cepu di Jawa sana, yang tentunya akan memakan banyak biaya. Tapi dalam waktu dekat pelatih Migas dari Cepu di Jawa ditarik ke Rohil, dan ini bukan untuk masyarakat Rohil saja, tapi juga bisa untuk masyarakat luar daerah.
“Kami targetkan 5000 masyarakat bisa ikut sertifikasi Migas ini, dan Insha Allah hal ini akan kami bahas juga ke Pemda Rohil, agar nanti bisa memberi subsidi bagi masyarakat Rohil yang mau mengambil sertifikat migas ini nanti,” ungkapnya.
Jadi lanjutnya, kedepan tidak adalagi perusahaan Migas yang masuk ke Rohil untuk tidak menerima tenaga kerja lokal. Sebab, sudah banyak nantinya tenaga lokal telah mengantongi sertifikasi Migas.
“Semoga saja wacana kita ini berjalan lancar, sehingga target kita memajukan masyarakat Rokan Hilir bisa terwujud dan bisa berkelanjutan nantinya” harapnya. (Rilis)